pernah dengar Gesek Tunai Kartu Kredit,Apa sih Artinya ?

0
273

Sempat dengar kata gesek tunai kartu kredit atau gestun? Atau lagi searching di forum-forum keuangan serta lihat banyak yang posting layanan gesek tunai modal, KTP,,rekening serta kartu kredit ?

gesek tunai kartu kredit

Jika jawabanmu ialah ‘iya’, namun kamu benar-benar tidak terasa harus hati-hati, berhenti dahulu deh. Jangan sampai langsung terasa minat walau lagi kepepet perlu uang tunai.

Saat ini kita ulas dahulu deh apakah yang dimaksud sesungguhnya layanan gesek tunai kartu kredit. Apakah menguntungkan? Atau justru dapat merugikan kita pemilik kartu kredit?

Apakah Itu Gesek Tunai Kartu Kredit Sesungguhnya?

Pemilik kartu kredit, mungkin kamu telah mengetahui jika kartumu itu dapat dipakai untuk gesek tunai atau tarik uang tunai atau cash advance di beberapa merchant.

Mereka ini umumnya miliki mesin EDC (Electronic Data Capture) dari bank-bank yang ada dalam jaringan kartu kredit bank penerbit.

Contohnya, mesin EDC Bank BNI yang terima kartu kredit BNI Mastercard. Berarti, walau kartu kredit Bank BRI , tetapi ada dalam jaringan Mastercard, merchant itu masih dapat menggunakannya untuk menyiapkan layanan gesek tunai.

Triknya? Dengan masukkan transaksi di merchant itu seakan-akan kamu beli suatu. Walau sebenarnya, kamu ambil uang tunai dari merchant itu.

Mengapa Gesek Tunai kartu kredit  Kedengarannya Menarik?

Mengerjakan transaksi tarik tunai kartu kredit dari ATM ialah satu diantaranya layanan transaksi dari bank penerbit.

Walau demikian, layanan transaksi ini tidak bisa dilaksanakan asal-asalan. Contohnya, menarik tunai setiap minggu yang pada akhirnya menjadi besar pasak dibanding tiang.

Loh, mengapa? Soalnya ada cost 4 % atau Rp 50 ribu, bergantung manakah yang terbesar dari bank penerbit kartu kredit semasing, Jika terus-terusan tarik tunai serta tidak dapat bayar biayanya, kritis!

Jika di merchant-merchant yang memberikan layanan gesek tunai, bakal ada surcharge alias cost 3 % dari keseluruhan transaksi.

Juga ada merchant yang memberi surcharge 2 %. Misalnya kamu gesek tunai Rp 1 juta di merchant, ada cost 3 % x Rp 1 juta= Rp. 30.000.

Kamu dapat bayar cost itu dengan memberikan Rp 30 ribu ke merchant. Dapat pula minta langsung dipotong dari uang yang kamu terima, yang bermakna kamu bakal terima Rp. 970.000.

Telah irit cost karena lebih rendah daripada cost penarikan tunai dari ATM, kamu dapat pula point reward sebab terhitung menjadi transaksi di tagihanmu.

Dengan akal-akalan ini, ya jelas menarik. Tidak heran muncul banyak merchant yang tawarkan layanan gestun kartu kredit, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

Mereka berkelit tidak dapat disalahkan. Alasannya, layanan mereka diperlukan pasar. Walau sebenarnya mereka dapat pula untung dari transaksi itu.

Namun para pemilik kartu kredit jadi pasar di perkara berikut ini yang perlu waspada. Pokoknya, mesti menimbang-nimbang, apa keuntungan gesek tunai semakin besar dari kerugian.

Karena jika tidak berhati-hati, bisa-bisa tidak berhasil bayar tagihan lantaran membengkak karena kerap gestun.

Kartu kredit bukan alat utang

Kartu kreditmu memang mempunyai sarana tarik tunai. Namun biayanya besar. Diluar itu, ada limit atau batas maksimum penarikan uang tunai.

Contohnya, limit kartu kredit BII-mu ialah Rp 10 juta. Bank penerbit juga memberikan batasan maksimum penarikan uang tunai sebesar 50% dari limit kartumu.

Berarti, kamu cuma dapat ambil maksimum Rp 5 juta.

Lalu, tagihan bakal mencakup ongkos tarik tunai yang sebesar 4%. Belumlah juga jika tidak mampu melunasi tagihan, akan ada bunga 2,95 % dari transaksi yang belumlah dilunasi sama dengan ketentuan Bank Indonesia.

Ingat, tarik tunai baik di ATM ataupun merchant saling terkena bunga jika belumlah dilunasi.

Mengapa bank mengaplikasikan ketentuan ini? Secara prinsip, sama dengan yang diputuskan oleh Bank Indonesia: kartu kredit itu berperan menjadi alat pembayaran, bukan kartu utang.

Nah, menarik uang tunai dari kartu kredit sama seperti dengan ambil uang yang sebetulnya tak kamu punyai alias berutang. Camkan itu baik-baik, ya..

Bank memang memberi sarana itu, akan tetapi butuh dibatasi dengan limit serta cost besar.

Karena jika sarana tarik tunai dikasihkan dengan mudah, beberapa pemilik kartu credit menjadi gampang terbuai.

Terbuai bagaimana? Ya terbuai untuk tak henti gesek tunai untuk penuhi semua keperluan keuangan.

Coba fikir lagi deh. Kamu mau penuhi keperluan keuangan melalui langkah berutang? Wah, ini mah resep menuju jurang utang namanya, alias selama-lamanya besar pasak dibanding tiang!

Sebelum kamu sadar, kamu telah terkena limit kartu kreditmu, yang umumnya besarannya 3x lipat pendapatanmu.

Bahkan juga bila kamu tidak mempunyai pengeluaran (yang begitu mustahil, terkecuali kamu dapat berfotosintesis), kamu perlu tiga bulan untuk menutupi tagihan sebulan.

Belumlah juga cost yang senantiasa terakumulasi lantaran tagihan yang belum juga lunas.

Bawa serta perlengkapan menyelammu, sebab kita bakal berenang di samudera utang!

Gesek tunai diputuskan ilegal oleh Bank Indonesia

Bank Indonesia keluarkan Surat Edaran BI bernomor 15/13/DASP buat meminimalkan praktek gesek tunai ilegal.

Hal tersebut dilaksanakan untuk kembalikan kegunaan kartu kredit menjadi alat bayar, serta bukan alat buat berutang.

Karenanya ada merchant yang menyiapkan layanan gesek tunai kartu kredit , sarana ini punya harapan disalahgunakan.

Kehadiran gesek tunai kartu kredit ilegal juga merugikan nasabah, sebab naiknya banyaknya pemakai gesek tunai dibarengi dengan angka kredit memiliki masalah.

Belum pula, coba bayangin jika kartu kreditmu ilang serta orang main gesek tunai? Serem kan?

Ditambah lagi keharusan pemakaian Personal Identification Number (PIN) pada kartu kredit baru terwujud pada 2015 sama dengan Ketentuan Bank Indonesia No. 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran No. 14/17/DASP.

Karena itu, praktek gesek tunai ini telah semustinya dihentikan. Janganlah membuat pasar buat beberapa penjual ini.

Secara prinsip, dengan berpindah manfaat berubah menjadi kartu utang, keuanganmu sendiri kelak yang bakal nanggung utang. Tidak ingin kan hidup stres sebab 24 jam satu hari mesti mikirin utang?

Menjadi customer, kamu mesti pintar-pintar menimbang apakah yang ingin kamu kerjakan dengan kartu kreditmu.

Mungkin kamu dapat mengerjakan gestun jika ada kondisi darurat dimana kamu perlu uang kontan, tetapi tidak ada pilihan lainnya.

Kalau kamu tidak percaya silahkan tanya aja ke customer service BRI , halo BCA ,atau call center bank BNI , pasti jawabanya sama aja .

Baca juga : gesek tunai akulaku